X

TRACK TALK: ZIP – Model Citizen (4490 Records, 2025)

by Ilham Fadhilah / 7 months ago / 629 Views / 0 Comments /

Debut album penuh gairah, mengakar pada roots namun tetap menyuguhkan kesegaran: rililsan yang selalu diharapkan dari ZIP.


Jika bicara soal ZIP, tentunya kita tidak akan membahas hardcore dengan sound heavy pemantik joget kungfu di pit yang kadang bikin orang-orang di pinggirnya waswas kena pukul atau tendangan nyasar. Tapi kita bakal bicara bagaimana hardcore menyampaikan agresi yang bahkan tak sempat digerakan selain dengan tangan mengepal yang ditinju ke udara. Selintas lewat lebih cepat dari kedipan mata namun bara emosinya membekas lebih lama meski tanpa satu pun umpatan “motherfucker” di dalamnya. 

Meski rasanya tidak pernah ada keraguan yang muncul sejak ZIP menelurkan EP self-titled setengah dekade lalu, namun Model Citizen yang didapuk sebagai album penuh debut tentu jadi perkara lain. Absen bikin rilisan dalam waktu yang cukup lama membuat momentum ini krusial sebagai band yang rajin malang-melintang. Dan hasilnya? Tetap memantik antusias tinggi. Kalau saya pribadi lebih penasaran bagaimana kuintet kawakan ini mengusahakan materi hardcore punk yang lebih menggugah lagi dari sebelumnya. 

Agresi buta tanpa dinamika tentunya tak ada dalam prediksi sebelum album ini benar-benar mengudara, begitu juga terlalu bermain-main sampai keluar pakem atau menyamarkan DNA mereka. Maka ekspektasi pun berlabuh di tengah-tengahnya: antara terdengar segar dan klasik, primitif tapi mutakhir, mantap namun juga luwes secara eksplorasi. Bias memang, tapi nyatanya tak mudah buat bisa tepat sasaran. 

Untungnya, mereka tahu ke mana harus berkiblat. Riffs yang mengacu pada punk rock konstan ala band–band UK82, namun tetap pada agresi liar dan padat ala gelombang hardcore D.C dan Boston–palingkan sejenak pandangan dari New York. Formula yang solid untuk menyetir arah musikal mereka untuk lebih tak tertebak tapi somehow tetap familier. 

Dari nomor bocoran “Koma”, mereka kasih kisi-kisi kalau Model Citizen masih berpegang pada kamus anti basa-basi–bahkan durasinya lebih pendek dari waktu yang saya butuhkan untuk menuliskan kalimat di satu paragraf ini. Blow things up before you even notice. Tak ada komentar lebih, meski “Koma” hanya satu dari sekian nomor tipikal yang memang sudah seharusnya terdengar demikian. 

Usaha lain yang terasa kentara jatuh tak jauh dari gerbang album, nomor ketiga, “Echelon” yang mengundang Mario Panji, punggawa dari unit post-punk partisan Leipzig. Sebetulnya saya tak terbayang sebelumnya: Leipzig yang kebanyakan waktu tak nampak serius wajahnya malah muncul di proyek ZIP yang punya kesan sebaliknya. Agak kontradiktif, meskipun sepertinya citra tak berpengaruh besar selain impresi di awal. Di sisi lain, nomor ini seperti tak hanya mengundang Mario, tapi keseluruhan Leipzig, mengingat part-nya yang terasa begitu tepat dan seakan sengaja memberikan kesempatan leluasa buat gitaris Collapse tersebut merapalkan mantra. Meski hanya sekilas durasi, seketika kita seakan dibawa keluar dari gempuran sonik riuh kehidupan urban ke padepokan di pinggiran Sumedang.

Sayangnya, daerah semi urban kerap kena imbas tajam akan ketimpangan sistem dan kemiskinan struktural. Semua ini adalah keriuhan yang disebabkan pusat, respon yang membensini Model Citizen. Dari agresi yang tertuang lewat sonik sampai guratan liriknya, tergambar jelas kalau ini adalah terjemahan kondisi sosio-politik hari ini yang amburadul.

Tanpa banyak bungkus, album ini menguliti keborokan sistem, sampah yang terpaksa kita makan sehari-hari karena tak mau mati kelaparan, bahkan rasanya semakin busuk di tahun 2025 dan belum menunjukan perbaikan sampai separuh Januari 2026. Ya, tanpa basa-basi bukan berarti cuma bermain secepat kilat tanpa isi, tapi juga lirikal yang mampu menggugah pikiran dan memantik kesadaran akan dunia seperti apa yang sedang kita hidupi. Dari sampul, Model Citizen sudah berbicara lebih dulu, maka materinya mesti memberikan keadilan terhadap impresi visualnya.

Setelah menenggak satu nomor kolaboratif yang penuh impresi, kali ini saatnya beranjak ke yang kedua, “Pawn”. Tak tanggung-tanggung, saatnya vokalis Coke Bust, Nick Tape menyumbang suara. Mengisi part breakdown mengiringi Januar (vokal) yang mendominasi part ngebut. Hasilnya? Tak begitu membekas. Ya, meskipun nomor ini tetap mewakilkan bagaimana agresi dan kebut yang ingin ZIP deliver, namun mengingat ini nomor kolaboratif membuat ekspektasi melayang lebih dulu.

Tapi jangan ragu, mereka masih menyimpan banyak nomor yang menaikkan tensi. Paruh awal albumyang sudah seintens ituhanya awalan. Setelah sisi terpisah pasca “Intermission”, trek jeda yang dikerjakan Logic Lost, permainan semakin tak kenal kompromi. Dari “Confines”, “City Stab”, “Waste Badge”, sampai “Like The Rest” dan “The Pack” bergantian menggempur sekaligus menunjukan kalau album ini seakan tak memberikan nafas untuk melihat sisi baik dunia yang penuh otoritarian dan fasisme. Pendengar dihantam realita, dipantik untuk geram dan terbakar dalam dada, sampai akhirnya diajak dansa dengan gelisah saat outro mulai berkumandang. Seperti mereka mengakhiri album dengan selubung pesan, “the end is near, let’s dance to it!“.

Bicara soal keseluruhan album, mereka tetap berhasil menjauhkan Model Citizen jadi sekedar ‘versi penuh’ EP self-titled-nya. Banyak elemen yang tak dapat ditemukan di rilisan mereka sebelumnya, padat part sing-along, pogo, hingga akor yang tak hanya bermain di ranah minor. Seakan terdengar lebih fun dan seru, meski tetap menyuguhkan realitas pahit yang sama. 

Rasanya tak muluk-muluk buat bilang Model Citizen adalah eksplorasi ZIP termutakhir kini. Mampu menembus hardcore/punk yang sering dieksplorasi terbatas untuk menembus batasan-batasannya. Alih-alih kehilangan arah, mereka justru menancapkan jejaknya lebih dalam. Membawa serta elemen-elemen punk yang masih bisa dimanfaatkan untuk dicampur dalam formula terbarunya hingga akhirnya matang disuguhkan dengan materi, audio sampai visual minim cacat. 

Model Citizen layak buat dapat sanjungan, namun album ini tentunya tak begitu mengejutkan mengingat mereka adalah ZIP, unit berisi kawakan-kawakan hardcore lokal yang selalu diekspektasikan mampu mendorong hardcore/punk ke level berikutnya. Maka dari itu, pe’er setelah ini justru lebih menantang, karena saya yakin mereka pasti tak minat untuk membuat Model Citizen vol.2.

Tagged

#zip #jakarta hardcore #punk #hardcore #4490records