X

TRACK TALK: Nara – Sentimentale (Krazy Brazy, 2025)

by webadmin / 12 months ago / 1264 Views / 0 Comments /

Tanda rebranding Nara dari gaya drill yang keras menuju pendekatan pop yang lebih santai, tanpa kehilangan ketajaman lirik dan permainan bahasa yang khas.


Sentimentale adalah salah satu album hiphop lokal yang dirilis oleh Krazy Brazy paling ditunggu tahun ini buat saya sendiri. Nara, yang sejak awal 2024 sudah banyak kasih  teaser soal rilisan ini akhirnya melepasnya secara utuh meski sempat alami delay dan hanya tersedia di Instagram. Penantian itu pun dibayar dengan sebuah album yang menandai pergeseran karakter musikal Nara secara cukup signifikan.

Jika sebelumnya dikenal lewat gaya UK drill dengan pengaruh kuat Pop Smoke, kali ini Nara hadir dengan versi yang jauh lebih santai, terstruktur pop, dan terasa lebih approachable. Tapi perubahan ini bukan berarti ia kehilangan identitas,  tapi Sentimentale memperlihatkan bagaimana Nara mendefinisikan ulang gayanya tanpa membuang ciri khas lirik yang tajam dan referensi visual yang kuat.

Satu aspek penting yang terasa menonjol adalah pilihan untuk menggunakan lirik Bahasa di hampir seluruh lagu. Ini jadi langkah berani sekaligus menarik, mengingat banyak rapper lokal masih nyaman bermain di ranah dominan Bahasa Inggris. Penggunaan Bahasa di album ini tidak terasa kaku–justru memberi ruang untuk punchline dan wordplay yang terasa lebih mengakar secara budaya.

Album dibuka dengan “SEPASANG SEPATU”, lagu dengan beat jersey yang dominan dan konsep lirik yang cukup unik. Sepatu dijadikan metafora untuk hubungan dua orang yang saling menopang dan berjalan beriringan. Sederhana, tapi tidak generik. Beat-nya juga memberi ruang bagi Nara untuk bermain dengan flow tanpa terburu-buru.

Trek kedua, “NARSISTIK”, membawa narasi personal tentang perjalanan Nara masuk ke industri hiphop. Tidak ada glorifikasi yang berlebihan, justru terasa reflektif dan tenang. Liriknya mengulas naik-turun karier secara jujur, tapi tetap dikemas dengan flow yang solid dan cukup groovy untuk tetap dinikmati tanpa harus terlalu menganalisis.

Sayang, momentumnya menurun ketiga trek ketiga berkumandang, “DIANTARA BINTANG”. Lagu ini tidak memiliki kekuatan lirik maupun produksi sekuat dua butir lagu sebelumnya. Terdengar medioker, tak begitu menonjol, apalagi spesial. Tak berlebihan untuk bilang kalau lagu ini hanya layak untuk dilalui ketimbang dikhidmati mendalam, karena kamu mungkin akan menemukan banyak celah untuk meninggalkan album ini lebih awal.

Tapi jangan gegabah, auranya kembali bangkit lewat “SNST” yang merupakan singkatan dari “Satu Naik Semua Terbang”. Kontras dengan trek sebelumnya, rasanya tak berlebihan jika menganggap ini salah satu nomor paling menonjol di album. Hook-nya kuat, beat-nya energik, dan secara keseluruhan mampu mengangkat mood (yang mungkin sudah terperosok di nomor sebelumnya). Ini jenis lagu yang bisa dengan mudah dibayangkan dibawakan di atas panggung dan diteriakkan bersama penonton.

“KILO” dan “TOS”, dua single yang dirilis sebelum albumnya keluar, hadir dengan karakter masing-masing. “KILO” adalah lagu paling pop di antara semua trek di Sentimentale, tanpa menunjukan kalau itu hal buruk. Justru lagu ini membuka pintu untuk pendengar baru. Lirik seperti “Berpikir di luar kotak, bulatku presisi” menunjukkan permainan kata yang masih jadi kekuatan utama Nara. Sementara “TOS”, lewat intro-nya yang sinematik dan langsung melayangkan pikiran pada “CARNIVAL”-nya Kanye West, menunjukkan keberanian dalam eksplorasi sound tanpa meninggalkan keterikatan dengan gaya personalnya.

Hati saya jatuh pada trek “CERAH”, salah satu lagu paling ringan secara aransemen tapi cukup kuat secara atmosfer. Hook-nya dinyanyikan dan terasa antemik “So ayo maju” jadi semacam ajakan kolektif yang bisa dibayangkan bergema di klub malam atau festival. Ini juga jadi contoh bagaimana Nara bisa bermain dalam wilayah yang lebih pop tanpa kehilangan identitas.

Sentimentale adalah proyek yang menandai transisi. Ia tidak terdengar dibuat untuk “menaklukkan pasar”, tapi juga tidak tertutup untuk pendengar baru. Perubahan arah dari drill ke sesuatu yang lebih pop terasa organik, tidak terburu-buru, dan tetap mempertahankan keunikan dalam penulisan dan penyampaian.

Sebagai pendengar yang mengikuti perjalanan Nara sejak lama, album ini terasa seperti jawaban yang pas dari sebuah proses yang memang tidak instan. Ada eksperimentasi, ada risiko, dan sebagian besar dari itu berhasil dieksekusi dengan baik. Meski terkesan fanboying, tapi saya tak bisa bohong kalau Sentimentale punya potensi besar buat masuk rak album lokal terbaik tahun ini, tentunya bagi kamu yang punya preferensi selaras. 

Teks: Freykarensa

Dengarkan Sentimentale di sini!