X

What to Watch in 2026: Films to Look Forward to

by Gren Rain / 7 months ago / 934 Views / 0 Comments /

Menilik film-film rilisan tahun ini yang menurut kami menarik, bahkan berpotensi memicu diskusi, spekulasi hingga ekspektasi.


Ada beberapa film yang akan datang di 2026 ini yang lumayan menarik perhatian saya dan juga udah jadi pembahasan di beberapa platform sosial media. Dari cuplikan trailernya dan diskusi itulah film-film 2026 ini mulai membentuk eksistensinya sebagai rangkaian sensasi yang ditangkap penonton lebih dulu.

Beberapa film itu yang memancing diskusi sejak trailer pertama dan pengumuman penayangannya yang mungkin membuat orang berhenti scrolling, membaca komentar, lalu kembali menontonnya sekali lagi, dan nyisain ruang untuk ditafsirkan. Film-film inilah yang terasa layak untuk ditunggu. 

Berikut daftar film 2026 yang–dengan caranya masing-masing–udah lebih dulu nyangkut di pikiran saya:

The Odyssey 

Christopher Nolan lagi-lagi ngambil project paling ambisius di 2026 dengan The Odyssey, adaptasi epik dari puisi klasik Homer yang menngisahkan Odysseus dalam perjalanan panjangnya pulang dari Trojan War, melintasi makhluk mitologis dan rintangan ekstrem untuk kembali kepada Penelope. Music Scoringnya ditangani oleh Ludwig Göransson dan pemerannya seperti Matt Damon. Anne Hathaway, Tom Halland, serta Zendaya.

Trailer perdananya langsung memecah internet. Di X, banyak yang kagum tapi ada juga yang mengeluh trailernya terasa “terlalu Nolan”, minim dialog dan penuh potongan gambar ambigu. Menariknya, keluhan itu justru kedenger kayak bagian dari ritual tahunan tiap Nolan merilis trailer. Dan ada juga yang mempermasalahkan baju zirah yang ada di cuplikan trailernya karena terkesan terlalu modern. Film ini ditunggu karena yang menjadi pertanyaan saat ini adalah apakah The Odyssey versi Nolan akan menjadi adaptasi yang faithful atau tidak?

The Drama

The Drama diperankan oleh Zendaya dan Robert Pattinson, The Drama yang sejak awal udah memancing banyak rasa penasaran. Film ini digarap oleh Kristoffer Borgli, sutradara yang sebelumnya dikenal lewat film Sick of Myself dengan pendekatan cerita yang agak nyeleneh.

The Drama berfokus pada pasangan yang baru bertunangan dan tengah menjalani fase banyaknya pressure menjelang hari pernikahan mereka. A24 ikut memanaskan perbincangan dengan mengunggah pengumuman pertunangan versi fiktif di Instagram beberapa waktu lalu, yang secara halus memberi petunjuk soal latar belakang kedua tokoh utama. Menjelang penayangannya, obrolan di media sosial terus bergulir. Banyak yang membahas how it will go antara hubungan Emma (Zendaya) dan Charlie (Robert), sementara yang lain menyoroti pilihan casting dan cara penyampaian Borgli yang diprediksi akan membuat film ini jauh dari romance pada umumnya.

The Death of Robin Hood

Film ini ngajak penonton melihat ulang sosok Robin Hood dari sisi yang lebih dekat. Di sini kemungkinan Robin nggak langsung ditampilkan sebagai pahlawan legendaris, melainkan sebagai manusia dengan masa lalu yang kelam. Nama Robin Hood besar karena cerita yang beredar di kalangan rakyat, padahal di balik itu, ia adalah sosok yang berbeda. Lewat sudut pandang ini, filmnya mencoba membahas jarak antara legenda yang dipercaya orang-orang dan kenyataan tentang siapa Robin sebenarnya.

Kisahnya berpusat pada Robin Hood yang hidupnya penuh dengan kekerasan dan kejahatan. Setelah sebuah pertempuran besar yang ia kira akan menjadi akhir hidupnya, Robin justru selamat dalam kondisi kritis. Dalam keadaan lemah dan tak berdaya, ia dirawat oleh seorang perempuan misterius. Dari pertemuan itulah muncul sebuah kesempatan langka, peluang bagi Robin untuk menata ulang hidupnya dan mencari penebusan atas semua yang telah ia ‘ kan, meski jalan menuju sana jauh dari kata mudah.

Werwulf

Setelah sebelumnya menghidupkan kembali horor vampir lewat Nosferatu, Robert Eggers kini beralih ke makhluk horor lain. Ia bakal menggarap proyek film manusia serigala berjudul Werwulf, yang ditulis bersama rekan penulis dan akan ia sutradarai sendiri. Werwulf berlatar Inggris abad ke-13 dan berangkat dari mitos manusia serigala. Cerita film ini tentang makhluk misterius yang berkeliaran di pedesaan berkabut, ketika kisah-kisah rakyat setempat perlahan berubah menjadi mimpi buruk nyata bagi para penduduk desa. Film ini disebut-sebut akan menjadi proyek terbarunya dengan gaya khas Eggers yang dark dan atmosferik, dan kabarnya dijadwalkan tayang pada akhir tahun 2026.

How to Make a Killing

How to Make a Killing adalah contoh nyeleneh bagaimana dark comedy dapat dipadukan dengan thriller keluarga. Film ini mengikuti Becket Redfellow, seorang pria yang sejak lahir didiskreditkan dari keluarga super kaya dan kemudian memutuskan untuk merebut kembali warisannya dengan cara yang radikal. Premis ini memadukan satire sosial dengan humor gelap, dipenuhi karakter yang absurd semua dibalut gaya khas A24.

I Want Your Sex

Gregg Araki, seorang sutradara yang dikenal karena eksplorasi gaya dan estetika queer serta tema subversif, kembali dengan I Want Your Sex. I Want Your Sex terlihat tertarik mengulik sisi hasrat seksual secara soft to hardcore (maybe, let’s see), cara manusia menyentuh dan memahami keinginan mereka sendiri. Film ini memiliki central cerita pada Gen Z, generasi yang justru sering dibicarakan karena ketertarikannya yang semakin rendah terhadap hubungan seksual.

Sejak diumumkan, proyek ini sudah ramai dibicarakan, terutama karena mengangkat tema dominatrix dan BDSM yang jarang dibahas secara terbuka di film arus utama. Ceritanya mengikuti hubungan antara Erika Tracy, seorang seniman terkenal yang diperankan Olivia Wilde, dan seorang pria muda yang menjadi inspirasi sekaligus pasangan seksualnya, dimainkan oleh Cooper Hoffman. Hubungan mereka punya jarak usia dan relasi kuasa yang kuat.

Hodonaku, Owakare Desu

Drama Jepang ini, memungkinkan untuk menawarkan pengalaman humanis yang jarang muncul di bioskop mainstream yang menceritakan seorang funeral planner yang membantu keluarga melalui momen perpisahan terakhir. Film ini diadaptasi dari novel Hodonaku, Owakare Desu karya Amane Nagatsuki. Tokoh utamanya adalah Misora Shimizu, diperankan Minami Hamabe, seorang perempuan muda yang berkali-kali gagal mendapatkan pekerjaan dan perlahan kehilangan kepercayaan diri. Hidupnya mulai berubah saat ia bertemu Reiji Urushibara, seorang perencana pemakaman yang bekerja di Bando Kaikan.

a new dawn

Hanarokusho ga Akeru Hi ni, dikenal internasional sebagai a new dawn, adalah film animasi yang ditempatkan di lanskap pasca bencana. Mengisahkan seorang pemuda bernama Keitaro yang menghabiskan hari-harinya di sebuah pabrik kembang api yang nasibnya tinggal menunggu waktu untuk ditutup. Di tengah situasi itu, ia terobsesi pada satu hal yaitu  Shuhari, kembang api legendaris yang konon diciptakan oleh ayahnya sebelum menghilang tanpa kabar. Dibuat oleh kreator dari tim yang pernah menggarap Your Name, dan menariknya adalah dengan style animasi yang berbeda.

Laut Bercerita

Berlatar Indonesia pada dekade 1990-an, film Laut Bercerita dijadwalkan hadir di bioskop di tahun 2026 ini. Proyek ini diproduksi oleh Pal 8 Pictures dan digarap oleh Yosep Anggi Noen. Film ini merupakan adaptasi terbaru dari novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori, sebuah karya sastra dengan kisah kemanusiaan, ingatan sejarah, serta perjuangan para aktivis di masa Orde Baru.

Cerita tersebut sebelumnya pernah diangkat ke layar dalam versi film pendek. Kali ini, Laut Bercerita dikembangkan dalam format film panjang dengan durasi yang lebihpanjang. Versi extended ini diharapkan mampu menggali cerita dan emosi para tokohnya dengan lebih mendalam, sekaligus memberi ruang yang lebih utuh untuk menggambarkan konteks sejarah yang melatarinya.

Film-film ini layak ditunggu karena sejak awal sudah memancing percakapan, spekulasi, bahkan perdebatan kecil di ruang digital. Ada yang membuat orang berharap terlalu tinggi, ada yang justru dicurigai akan mengecewakan, dan kita tidak pernah tahu itu sampai filmnya benar-benar rilis. Menunggu film, pada level tertentu, kadang terasa soal menikmati prosesnya. Membaca sinopsis, menonton trailer berulang kali, mengamati komentar netizen di kolom komentar, lalu membentuk opini sementara yang belum tentu bertahan. Ketika filmnya tayang, mungkin sebagian ekspektasi akan runtuh, sebagian lain mungkin terbayar dengan cara yang tidak terduga.

Tagged

#i want your sex #2026 #how to make a killing #Hodonaku Owakare Desu #laut bercerita