X

Notable Hardcore Releases in January 2026

by Ilham Fadhilah / 7 months ago / 592 Views / 0 Comments /

Dari Walk Fearless, Last Dayz sampai Honey keluarkan rilisan hardcore yang menarik buat kami untuk mengawali 2026 ini dan sayang buat dilewatkan.


Kami berniat untuk lebih rajin memberikan rekomendasi rilisan-rilisan lokal—terutama yang kerap luput dari radar—yang wajib disimak per tahun ini. Setelah sebelumnya semangat kami pasang surut untuk melakukan hal tersebut, semoga rekomendasi kali ini bisa menjadi pembukaan yang baik ke depannya karena rasanya tiap waktu kancah lokal selalu menghadirkan rilisan-rilisan menarik yang sayang untuk dilewatkan.

Kali ini kami berfokus pada hardcore. 2026 mungkin baru berjalan satu bulan, namun beberapa rilisan sudah memberi tanda bahwa kancah ini masih akan energik sepanjang tahun. Beberapa terdengar begitu brutal, penuh groove, bahkan emosional.

Berikut beberapa rilisan hardcore yang notable bagi kami di Januari lalu. Untuk mendengarkan, kamu bisa klik langsung pada judulnya.

Walk Fearless – When The Light Waits

Jika kebanyakan band hardcore hari ini condong bermain heavy, Walk Fearless masih teguh dengan karakter mereka—cenderung lebih melodis secara instrumen. Pendekatan ini memuaskan dahaga fans Have Heart, The Carrier, Verse, dan semacamnya. When The Light Waits menjadi soundtrack yang pas bagi hardcore kids yang ingin tetap merasakan agresi dengan sedikit bumbu dramatis tanpa terdengar muluk-muluk. Enam trek solid ini menggambarkan gelapnya zaman, sebagaimana masa depan kita sebagai WNI yang kesejahteraannya masih simpang siur.

Dirty Dogs Aggression – Precious & Priority

Sing along, pogo, dan pastinya disahut teriakan “Oi!”. Dirty Dogs Aggression membuka tahun dengan EP wajib simak, Precious & Priority. Cover-nya yang raw dan terkesan menjanjikan ini ternyata bukan clickbait semata—foto mentah dua pemuda yang memutuskan mencukur habis rambutnya di sebuah pangkas rambut demi mengamini skinhead—diboboti materi hardcore/punk padat bernyanyi yang benar-benar punching you in the face. Tak perlu penjabaran panjang lebar, cukup putar trek satu sampai sembilan tanpa skip, jangan lupa dengan volume mentok kanan.

Demain – Built To Suffer

Jawa Timur seolah menjadi sarang persemayaman darah muda hardcore/metal yang rajin bereproduksi. Demain adalah salah satu nama yang menyuarakan kebrutalan Gen Z lewat musik yang terinspirasi penuh dari Arkangel, Reprisal, hingga State Craft. Tak perlu banyak ragu untuk menenggak EP terbaru mereka yang dirilis via Brightside Records ini. Built To Suffer berisi lima trek padat bogem groove dan breakdown, namun dengan lagak seakan mereka adalah band metal. Hard stuff.

LOUD – Demo 2026

Datang dari Tayan Hilir, Kalimantan Barat, LOUD memberi perkenalan yang tak sopan dan kurang ajar lewat sebuah demo bermuatan materi tanpa ampun. Sekilas meromantisasi masa ketika hardcore scene kesengsem dengan kehadiran Gulch, mereka seakan meneruskan napasnya di tanah air—sama-sama keras kepala dan intimidatif. Sebuah permulaan gila yang sekaligus menegaskan bahwa nama LOUD tak bisa dianggap remeh.

Last Dayz – Promo LP

Suguhan promo berisi tiga trek dari Last Dayz ini—yang tentunya tak mengenal kompromi—terdengar begitu menjanjikan menjelang LP penuh mereka. Atmosfer gelap berpadu dengan agresi yang merangsek ke psikis. Meski baru potongan album, materi ini sudah terasa mengusik; sebuah jaminan agar kita tak berpaling menjelang perilisan penuh nanti.

Honey – Cold Steel

Sejujurnya, saya tak pernah terlalu tergugah oleh band-band hardcore beatdown kekinian yang muncul serempak dan seragam, hingga kerap menimbulkan rasa skeptis. Honey adalah salah satu dari gelombang tersebut yang medioker. Setelah menelurkan beberapa rilisan yang hampir selalu saya lewatkan, mereka kembali dengan Cold Steel. Tak banyak berubah—bahkan dengan formasi mubazir tiga gitaris—namun setidaknya kali ini mereka tampil lebih matang. Mulai dari sampul hingga pendekatan musikal, semuanya terasa lebih menggugah, bahkan bagi saya yang notabene bukan penikmat musik semacam ini. Tak berlebihan rasanya menyebut album ini sebagai katalog Honey yang layak disimak, sekaligus menyiratkan bahwa sisanya tak apa untuk dilewatkan.

No Wasted – Wound Man

Jika dahulu unit asal Bali ini lebih familier dengan gaya youth crew, kini mereka tampil dengan mimik yang lebih setan—lengkap dengan musik yang lebih bejat dan gelap. Wound Man adalah manifestasi frustrasi ketika segalanya terasa makin berat seiring bertambahnya usia. Mereka tak “dewasa” dengan cara klise, melainkan menyadari bahwa hal-hal menyebalkan patut diamuk, bahwa semua yang dipendam sewaktu-waktu bisa meledak. Di bawah alunan musik yang mengingatkan pada Spine—namun dengan vokal yang dibuat lebih mutant—mereka mewujudkannya. Dewasa tak selalu soal bijak dan kalem, melainkan menyadari bahwa dunia jauh lebih busuk dari yang sebelumnya kita tahu.

Tagged

#beatdown hardcore #metallic hardcore #hardcore #hardcore punk #local hardcore