X

TRACK TALK: Swellow – Katus (Album, 2023) 

by Ilham Fadhilah / 11 months ago / 502 Views / 0 Comments /

Album penuh perdana dari supergrup indie rock kebanggan warga Bogor, Swellow dengan narasi sederhana namun sarat kualitas.

Selain punya julukan Kota Hujan, Bogor rasanya juga cocok untuk menyandang status cagar indie rock lokal. Dari rindangnya kancah tersebut di sana, tahun ini Swellow yang kembali berbuah untuk kedua kalinya pasca Karet (2021) dan dengan matang mempersembahkan Katus sebagai album penuh pertama. 

Album ini menandakan jika mereka nampaknya masih tak puas dengan Karet – meski faktanya sudah banyak sekali apresiasi terlontar untuk EP tersebut. Buktinya, mereka kembali menelurkan rilisan yang lebih ‘brutal’ dengan muatan satu lusin trek. Seakan memuaskan dahaga mereka yang tak puas dengan muatan musik dan jumlah nomor yang disajikan dalam Karet.

Jika boleh berandai, mungkin wujud Katus sebagai orang adalah sosok pemalas namun jenius. Aura yang kadang kita butuhkan hadir dalam lingkungan terdekat. Seseorang tanpa mimik ambisius, namun mampu mengeksekusi segalanya dengan baik dan tepat. Yah, saya rasa orang macam ini memang minim menerima cercaan atau celotehan miring dari orang sekitarnya. 

Katus

Mengapa saya gambarkan album ini dengan sosok orang yang demikian? Coba simak dari tema lirikal yang diangkatnya. Secara garis besar, album ini merupakan rentetan kesialan yang kerap hadir dalam keseharian, namun saking sederhananya hingga seringkali kita tak menyadarinya.

Maksud saya, hanya seorang dengan tingkat produktivitas rendah yang bisa membuat kejadian digerombongi nyamuk menjadi penting untuk disimak. Orang pada umumnya mungkin tak akan menganggapnya sebagai sesuatu dan fokus pada hal yang lebih penting, namun mengapa akhirnya nomor “Serangga” ini malah jadi menarik  adalah perkara imajinasi dan daya kreatif yang kuat, dan Swellow berhasil melakukannya. 

Itu baru satu dari selusin trek yang ada. Meskipun nomor-nomor lainnya tak selalu sepicisan itu, beberapanya juga menggambarkan dumelan sehari-hari seperti “Jeruk” dan “Segar”, sikap pasrah dengan situasi yang sedang dijalani seperti “Tak Berdaya” atau “Kita Semua Kalah”, hingga fantasi semisal “Penjelajah Waktu”.

Sang penulis lirik, Bayu Ramadhan (vokal) nampakna memang tak ingin jauh-jauh melihat fenomena yang terjadi jauh dari pelupuk matanya, ia lebih tertarik pada hal-hal yang ia atau orang-orang terdekatnya alami, meskipun itu sederhana. Namun apa dengan demikian berarti mereka membuat musik yang seadanya? Di sini lah bagian jeniusnya.

Sejak Karet, saya melihat (dengan pengamatan seadanya) apa yang mereka suarakan adalah kejadian sehari-hari, bahkan trek pembukanya, “Berita Harian” adalah pengalaman menyimak berita harian yang seliweran di media massa. Hal yang sangat biasa. Namun musiknya justru berkata lain; terdengar  prestisius. 

Source: Swellow/Rendyka Widya

Hal ini terus berlanjut hingga Katus, atau bahkan album lebih pantas menjadi bagian klimaksnya. Riff-riff yang luar biasa tak monoton untuk ukuran musik rock tipikal masih mereka pertahankan dengan baik. 

Seperti yang saya bilang di awal tulisan, kata “brutal” memang jadi kata yang paling bisa merepresentasikan bagaimana komposisi album ini terdengar sebagai maximum next level dari Karet, meskipun musik mereka bukan kategori ekstrem. Itu juga mengapa Swellow rasanya layak menyandang status band lokal bernafas slacker-rock terbaik yang sedang ada di permukaan saat ini.

Selain itu, mereka juga memboyong nama Harlan Boer buat berkolaborasi di nomor “Penjara”. Ada juga nomor balada akustik semisal “Nyali”, serta lagu-lagu dengan suara gitar eksploratif pada “Tak berdaya”, “Segar”, “Pasien” dan “Antrian”. Hal-hal tersebut semakin mendorong jauh album ini dari kata membosankan.

2023 sudah melewati pertengahannya dan saya tak ragu untuk menetapkan Katus sebagai album indie rock lokal terbaik tahun ini. Saya juga yakin banyak orang yang akan sependapat, bukan saya merasa validator, namun karena muatan Katus terlalu fantastis untuk tak masuk kategori tersebut.

Dengarkan Katus lewat tautan di bawah ini!

 

Tagged

#track talk #bogor #indie rock #swellow #katus