Remuk Siap Ledakan EP ‘Program’, Unit Hardcore/Punk Inisiasi Personel Funeral Dirge, Masakre, No Excuse dan Dummel

Unit baru yang layak buat dipantau. Baca impresi kami selengkapnya, linier notes dari kawan-kawan mereka serta stream langsung rilisannya di sini!
Sebuah kabar sampai pada saya saat seorang dari mereka membocorkan proyek terbarunya seraya antusias bercerita, “Aku lagi bikin band baru bareng temen-temen Masakre, No Excuse, dan lain-lain, nih”. Di sisi lain saya tak heran, mengingat orang ini cukup banyak bikin dan menggawangi band–beberapa lanjut, beberapa simpang-siur eksistensinya. Yah, mungkin ini adalah band kesekian yang dia bentuk (atau gabung di dalamnya) dalam beberapa bulan terakhir. Namun, di sisi lain saya tetap excited mengingat member-member yang dibocorkan tak bisa dianggap sebelah mata.
Ya, orang itu adalah Peng (vokal) dan proyek yang dimaksud yaitu Remuk, unit baru netas, namun diisi muka-muka kawakan. Badan bandnya diperkuat secara kuintet oleh: Ebit (gitar), Ami (gitar), Peloy (bass) dan Ipul (drum) dan mereka mengambil sejumput energi dari Swedish d-beat/hardcore macam Totalitär, dilengkapi tone metal dan aura rock n’ roll pekat yang tak terelakkan.
Layaknya amarah yang sudah berada di titik didihnya, unit multi kota dari Bandung-Bogor-Jakarta ini langsung meletupkan paketan rilisan bertajuk Program, EP berisikan lima nomor anti basa-basi, punching right to the rezime faces kind of hardcore. Dibuka dengan geram dan diakhiri dengan energi yang mengalir sama seperti mereka memulainya. Truly solid stuff.
Hal-hal yang mereka bicarakan tak jauh dari carut-marut politik yang makin kacrut. Berhubung basa-basi tak tertera di kamus mereka, maka liriknya pun hadir telanjang tanpa bungkus. Selain musik yang langsung kasih tinju tepat di ulu hati, liriknya pun terasa berapi seperti orasi. Peng dengan high-pitch vokalnya merefleksikan kemuakan yang kadung munjung, tak terbendung hingga akhirnya tercecer deras di materi-materi Remuk, sebut saja “Pendengung”, “Larang Bicara”, “Kader Dominasi”, “Program” dan “Statuta Berseragam”. Ditujukan buat yang berdasi atau berseragam? Silahkan kokang dan arahkan sendiri.
EP Program ini mengudara tepat pada 17 April 2026, jika ingin curi dengar lebih dulu, sila langsung klik tautan di bawah!
Btw, let’s hear what they’re saying about Remuk!
Januar Kristianto (ZIP)
Remuk bukanlah sebuah isapan jempol atau dentum berisik semata, namun ia hadir sebagai manifesto perlawanan – bukti nyata bahwa hardcore punk is still a threat and will always remain to be! Viva civil disobedience, viva la resistance!
Dengan bermodalkan 5 tracks, Program EP meramu berbagai pendekatan tema mulai dari bahaya laten buzzer peliharaan rezim yang sengaja diternakkan guna mengaburkan kebeneran dengan ‘narasi’ dan informasi yang sudah ‘difilter’ berdasarkan orderan penguasa, matinya kebebasan berbicara dan berekspresi yang senantiasa mendapat teror maupun persekusi oleh negara yang kita ‘cintai’ ini (democracy says who?), mentalitas abang-abangan core yang sangat muak dan menyebalkan, pesimisme hidup ditengah pusaran sistem kapitalistik – yang semakin tak terkontrol, eksploitatif dan semakin lama menggerus kemanusiaan kita hingga klasik 1312 anti-pigs anthem yang didedikasikan untuk seluruh korban dari kebrutalan aparat sebagai bagian dari state apparatus.
Musically, Remuk meneruskan tradisi Dis-rock (yes, you read it right – it’s Discharge rock baby!), Kängpunk (terutama the almighty Totalitär) namun dengan sentuhan twangy/ spacey guitar pun tak ketinggalan aura rock ’n roll dan tone metal?! Riff-riff solid nan catchy bercumbu dengan drumming energetik yang bikin gue nggak kelar-kelar ngepalin tangan di udara, gak ketinggalan signature vokal high-pitch punk ala Peng! Gue jujur excited banget buat nyimak gimana materi LP mereka (should they make one ya :D)
Farhan (Doldrey, Zodd, Cryptic Spawn)
Frenzied, urgent, and powerful. This is what Remuk’s EP is all about. It’s like listening to Totalitar or Framtid for the first time, but with a Southeast Asian edge. It carries an energetic intensity, similar to what bands like Hong or ZIP bring to their live shows. I can easily imagine how this band would come across in a live setting. Sung in their native mother tongue, the EP speaks about how corrupt and oppressive the Indonesian government is. This is punk with real purpose, delivered without compromise. Fav track: “Larang Bicara”.
Rian Pelor (Critical Issues)
Muka lama dengan energi baru itu mungkin yang terlintas pertama kali soal Remuk. Tidak hanya itu, band ini juga berisi personil dari scene hardcore punk lintas kota. Tapi yang pasti ketika mendengarkan materi dalam mini album debutnya, saya bagai menginjak ranjau darat claymore. Remuk menunjukkan potensi ledak yang mengejutkan. Tanpa mencoba membandingkan, lima lagu dalam mini albumnya bagai kombo agresif bagi yang menggandrungi band seperti Muro, Destruct, dan Nightfeeder. Rilisan debut yang menjanjikan, dan tidak boleh terlewatkan.
Arian 13 (Seringai & Negatifa)
“Gue punya proyekan musik baru Yan, musiknya terpengaruh band-band d-beat kayak Totalitar.” ujar Ipul, drummer Masakre. Holy shit. Siapa fans musik d-beat yang tidak excited mendengar informasi seperti ini? Tidak lama berselang, saya mendapatkan sample rekamannya. Dan sesuai ekspektasi, 5 lagu Remuk menghajar saya berkeping-keping: sebuah rekaman musik Swedish crust, d-beat, kängpunk klasik yang meledak-ledak. Dengan style hardcore yang cepat dan hiruk-pikuk, mereka mendobrak batasan punk dengan intensitas tinggi tanpa kompromi, permainan gitar yang liar, dan vokal yang garang, membuat band hardcore punk lainnya berubah menjadi abu seakan dihantam misil Fattah. Jika kalian sedang mencari rilisan crust/hardcore yang brutal dan cepat, ini hanya berdurasi 7-8 menit dan setiap detiknya sangat menggelegar. You will be annihilated.
