X

Menyambut Mortal Kombat 1 Reboot dengan Kumpulan Finisher Paling Absurd

by Abyan Nabilio / 12 months ago / 646 Views / 0 Comments /

Dalam rangka rilisnya Mortal Kombat 1 nanti, mari kita kenang seri-seri sebelumnya dengan kumpulan Fatality paling absurd sejauh ini.

Mortal Kombat 1 akan dirilis September mendatang. Melihat judulnya, waralaba ini nampaknya akan memulai sesuatu yang baru dengan membuat ulang game pertama mereka. Akan tetapi, bukankah judul Mortal Kombat sudah jadi judul game kesembilan serial ini? Lalu apa bedanya Mortal Kombat 1 dengan game yang dirilis pada 2011 tersebut.

Ed Boon, orang penting di balik Mortal Kombat, menjelaskan bahwa game mereka selanjutnya merupakan sebuah reboot. “Mortal Kombat 1 adalah awal sebuah universe,” katanya. Jika Mortal Kombat (2011) sebuah retcon dengan klise menjelajah waktu agar karakter-karakter lama yang sudah diceritakan mati bisa hidup kembali dan menambah umur sebuah franchise (macam Avengers: Endgame atau X-Men: Days of Future Past), Mortal Kombat 1 adalah cerita baru yang terpisah. Ed Boon menjelaskan bahwa karakter-karakter di sana akan diperkenalkan ulang dengan peran dan hubungan antarkarakter yang baru.

Dengan begitu, serial Mortal Kombat yang sudah berjalan sudah berakhir di Mortal Kombat 11. Untuk memulai awal yang baru, mari mengenang Mortal Kombat yang kita kenal dengan kumpulan Fatality (atau finisher lainnya) paling absurd dari setidaknya 11 game utama waralaba ini.

Kabal Berteriak

Di game yang penuh dengan kekerasan ini, siapa sangka sebuah teriakan jump scare sederhana dapat menghabisi nyawa musuh? Fatality ini menunjukkan Kabal, sang mantan anggota Black Dragon, melepas topengnya dan berteriak kepada musuh hingga, mungkin saking seramwajahnya, nyawa musuh berlari terbirit-birit meninggalkan jasadnya.

Kentut Berapi Bo Rai Cho

Sonya Blade bisa menghabisi lawan hingga tulang belulang dengan ciuman berapinya. Bo Rai, di sisi lain, membawa Fatality tersebut ke arah yang lebih absurd.

Setelah membuat lawan tak berkutik dengan jurus mabuknya, Bo Rai pun melakukan serangan terakhir dengan memanfaatkan angin di tubuhnya, disalurkan melalui lubang kotoran, dan disemburkan ke sebuah obor, membakar lawan seketika. Musuh mana pun pasti malas melawan Bo Rai karena kalau kalah mereka akan berhadapan dengan kematian yang bukan hanya menyamenyakitkan juga sangat amat busuk.

Hantaman Kaki Bertubi-Tubi Quan Chi

Fatality ini mungkin jadi yang paling satisfying dilakukan setelah kekalahan bertubi-tubi saat menghadapi sepupu Anda yang menyebalkan.

Quan Chi akan memcabut kaki karakter lawan dan menghatamkannya bertubi-tubi kepada lawan sampai mati, bahkan lebih dari mati, karena ia baru berhenti (atau terlihat berhenti) saat game berganti screen. Anda bisa mengumpat di tiap hantaman Quan Chi seperti Tommy Hatcher meninju Pete Dunham tanpa henti sembari bernyanyi “Poor Little Hamer” di Green Street Hooligans.

Adegan The Shining Johnny Cage

Dengan narsistik khas Hollywoodnya, Johnny Cage memang punya banyak Fatality kocak, mulai dari mengenakan kaca mata setelah menghabsi lawan, menanam piala penghargaan di kepala lawan yang sudah terbelah dua, atau mengulang deadly uppercut andalannya sampai tiga kali take karena aktor lawan tidak becus (reka ulang masuk akal Fatalitynya dulu yang tiba-tiba lawannya punya tiga kepala).

Namun, salah satu Fatality Johnny yang paling berkesan adalah cosplay-nya jadi Jack Torrance (Jack Nicholson) dari The Shining. Johnny membelah perut lawan dan mamampangkan senyuman lebar sambil berkata, “Here’s Johnny” seperti adegan bersejarah Jack setelah membolongi pintu dengan kapak.

Swafoto Cassie Cage

Buah tak jatuh jauh dari pohonnya. Seperti ayahnya, Cassie Cage juga punya secuil Fatality yang menggelitik, salah satunya adalah swafoto bersama jasad lawan yang sedang sekarat.

Cassie akan memukul kepala lawan hingga rahannya copot. Lalu, ia mengambil ponselnya dan mengambil potret bersama dengan kamera depan. Keterlaluannya lagi, ia akan mengunggah foto tersebut ke media sosial bernama Friendship (sama dengan nama Fatality versi lebih beradab). Itu ditambah kolom komentar yang diisi akun-akun dari karakter Mortal Kombat lain membuat bertanya-tanya, “Kok kepikiran ya Ed Boon dkk.”

Smoke dan Kiamat Kecilnya

Satu granat sebenarnya sangat amat begitu cukup untuk menghabisi lawan yang sedang sekarat. Namun, entah apa yang ada dipikiran Smoke saat mengeluarkan Fatalitynya.

Ia melontarkan entah berapa granat dari dadanya sampai, bukan hanya lawannya saja yang meledak tapi juga seluruh isi dunia. Ini berarti dirinya sendiri juga meledak, bukan?

Sub-Zero Jualan Es Krim

Friendship adalah versi (jauh) lebih beradab dari Fatality atau Brutality. Kalau Anda ingin melihat sisi positif karakter-karakter garang Mortal Kombat dan orangnya tidak tegaan, maka hafalkan lah tombol kombonya. Daftar ini juga bisa saja dipenuhi oleh Friendship tapi itu bisa dinilai terlampau curang karena tidak mencerminkan keabsahan Mortal Kombat secara mendasar, maka beberapa saja yang dipilih.

Setelah ditinggalkan sejak Mortal Kombat 3, Friendship kembali di Mortal Kombat 11. Salah satu Friendship paling banyol di sana adalah milik Sub-Zero. Kekuatan es Sub-Zero yang biasa digunakan untuk mencolok mata atau membelah lawan menjadi berkeping-keping, digunakan untuk membuat es krim yang dijual dengan gerobak bertuliskan “Sub-Zero Frozen Treats” lengkap dengan gambar versi chibi Goro dan Scorpion. Selain itu, Sub-Zero sungguh bersemangat saat ingin mengambil gerobaknya, melompat kegirangan bagai bocah yang keinginannya dituruti.

Jax Briggs Jadi Session Player Kondangan

Jika Jax terkenal dengan Fatality memadamkan cerutu di rahang lawan yang sudah tak karuan bentuknya, dalam Friendshipnya, ia memilih untuk memainkan alat musik andalan session player kondangan untuk mendampingi keluarga pengantin saat kirab sebelum resepsi, saksofon. Mungkin, alat musik ini dipilih karena berima dengan nama Jax karena biasa disebut “sax”.

Tendangan Gimnastik/Kejatuhan Ding Dong Liu Kang

Di antara teman seangkatannya yang membakar habis dengan ciuman atau menarik habis tengkorak hingga tulang belakang lawan, Fatality Liu Kang di awal-awal serial memang kurang ganas. Ia hanya melakukan tendangan mirip gerakan gimnastik Jane Fonda lalu meng-upper cut lawan sampai keluar bercak darah. Tak ada kepala yang copot atau usus yang terburai. Selain itu, ia juga bisa menjatuhkan mesin ding dong yang tanpa tedeng aling-aling jatuh begitu saja menghantam tubuh lawannya.

 

 

 

Tagged

#Mortal Kombat 1 #Ed Boon #fatality