X

TRACK TALK: Love as Punishment – Play the Hits (Loide Records, 2025)

by webadmin / 11 months ago / 500 Views / 0 Comments /

“Glory-coloured funk” dari Medan: Love as Punishment reimajinasikan Rub of Rub, Subsonic Eye, Texpack, hingga Ministry Of jadi soundtrack sunyi yang lembut sekaligus asing.


EP terbaru dari duo asal Medan, Love as Punishment, berjudul Play the Hits merupakan sebuah eksperimen hangat dalam membangun kembali lagu-lagu yang sudah lebih dulu lahir. Alih-alih hanya mengganti bungkusannya, mereka membangun ulang lagu-lagu tersebut dengan sentuhan halus, menghasilkan lanskap perasaan yang familiar namun tetap asing di kuping pendengarnya.

Play the Hits menyajikan reinterpretasi dari musisi-musisi lintas kota Asia seperti Rub of Rub (Bandung), Subsonic Eye (Singapura), Texpack (Bogor), Kinder Bloomen, dan Ministry Of (Jakarta) dengan pilihan trek yang terasa personal karena lahir dari jaringan pertemanan dan kedekatan, tapi justru itu yang membuat seleksinya menarik. Alih-alih terdengar eksklusif, pendekatan ini membuka ruang bagi siapa saja untuk ikut hanyut, menjadikan lagu-lagu yang akrab menjadi sesuatu yang lembut dan “fan-made” dalam bentuk paling jujur.

Favorit pribadi berlabuh pada “Fobia”, yang aslinya milik Texpack. Dalam versi Love as Punishment, lagu ini menemukan napas baru: ambience kuat yang menjadi latar menghadirkan suasana seolah merintih, penuh rasa waswas, sekaligus intim. Ada kesan main character moment yang kental, membuatnya jadi soundtrack imajiner untuk adegan sunyi yang dramatis dalam film pribadi siapa pun.

Ada nuansa yang mengingatkan saya pada Vegyn, produser asal UK yang juga bermain di wilayah musik serupa. Baru-baru ini Vegyn juga baru saja merilis versi remix dari “Moon Safari” milik Air, dan resonansi itu terasa. Sebuah eksperimen yang tidak takut menjadi aneh, namun tetap menjaga kehangatan dan intimasi. Menurut saya, Love as Punishment bergerak di arah yang sama hanya dengan lanskap emosional khas Medan dan Asia Tenggara yang kental.

EP ini berjalan sederhana tanpa terkesan muluk-muluk. Ia cocok jadi pengiring momen sederhana seperti menjelajah layar ponsel malam-malam, rebahan sambil berpikir, atau naik motor keliling kota sendirian. EP ini mereka sebut sebagai “glory-coloured funk” yang memiliki maksud sebagai musik slow-dance yang akrab sekaligus asing.

Sebagai pengantar, sebelumnya mereka merilis trek 27 menit berjudul “Baby, Take Our Hands” secara eksklusif di Nina Protocol sebelum EP utama keluar pada 22 Agustus 2025 via Loide Records. Setelah itu, Love as Punishment juga akan menjalani tur radio bertajuk Love as Punishment FM dengan mampir ke radio-radio seperti Headstream, Hong Kong Community Radio, KISS FM Medan, The Nifty Radio, hingga Domain Radio. Dari situ, mereka menyiapkan proyek Home-listening Plaza, sebuah kompilasi enam lagu yang ditawarkan sebagai surat cinta modern dari Medan.

Dengan Play the Hits, Love as Punishment membuktikan bahwa musik bisa menjadi ruang aman untuk berdansa dengan mata terpejam, untuk menangis diam-diam, atau sekadar merasa ditemani. Kini kita tinggal menunggu, kapan duo ini akan mengajak kita masuk sepenuhnya ke dunia mereka bukan lagi melalui reinterpretasi, melainkan ciptaan baru yang benar-benar milik mereka sendiri.

Teks: Freykarensa

Dengarkan Play The Hits di sini!