X

Beragam Jenis Musik ‘-core’ yang Mungkin Luput dari Pantauanmu

by Sendhi Anshari Rasyid / 2 years ago / 2907 Views / 0 Comments /

Ketika kamu mengenali atau melihat sebuah musisi mendeskripsikan musiknya dengan embel-embel “-core” pasti yang terbersit di pikiran kita adalah musisi tersebut membawakan musik keras, karena kita secara hemat memahami bahwa “-core” pada musik yang dibawakan merujuk kepada “hardcore”.

Beberapa di antaranya cukup dapat dimengerti karena merupakan turunan langsung dari musik keras seperti hardcore, namun sebenarnya banyak juga sub-genre dengan embel-embel “-core” yang cukup antik dan membutuhkan effort lebih untuk dimengerti yang bahkan nggak terdeteksi oleh radar awam.

Tujuan ditulisnya artikel ini tentu saja bukan untuk mengotakan jenis musik, karena saya pun percaya kalau musik itu enggak perlu repot untuk dikotak-kotakan. Jadi yaaa anggap saja istilah-istilah tersebut sebagai alat bantu untuk mendeskripsikan musik yang dibawakan agar lebih mudah ketika kamu mau mencari referensi musisi dengan sound serupa di Mbah Gugel.

Tanpa perlu berlama lagi, mari kita mulai~


 

Nerdcore

Notable Acts: MC Frontalot, Mega Ran, Rustage

Apa jadinya jika musisi hip hop alih-alih membawakan narasi berbau politik ataupun sosial, tapi memilih untuk membahas hal-hal yang dicap nerd oleh orang kebanyakan? Maka nerdcore adalah hasilnya.

Istilah ini dipopulerkan pertama kali oleh seorang rapper bernama MC Frontalot pada tahun 2000an. Tema-tema mengenai pop culture, science fiction, computer stuff, video game, komik, hingga anime akan mudah kamu temui pada musisi yang aktif di kancah ini. Sebuah kombinasi yang sangat unik dan juga menarik untuk didalami, terlebih jika kamu memiliki ketertarikan terhadap nerd/geek culture dan juga musik hip hop.

 

Swancore

Notable Acts: Dance Gavin Dance, The Seafloor Cinema, Hail The Sun

Pada awalnya saya mengira istilah swancore merupakan bercandaan sebagaimana istilah crabcore dikenal. Namun setelah ditelisik lebih jauh, swancore merupakan subgenre dari post-hardcore yang digunakan untuk mendefinisikan sound yang dimiliki oleh para roster dari Blue Swan Records. Walaupun pada akhirnya istilah tersebut digunakan lebih luas bagi band manapun yang memiliki formula sound serupa.

Para roster dari label tersebut memiliki formula musik serupa, yaitu karakter vokal yang high pitched (terkadang digabungkan dengan scream), permainan gitar yang teknikal, serta ketukan drum yang dinamis.

 

Nintendocore

Notable Acts: HORSE the Band, iamerror, Zombieshark!

Merupakan salah satu jenis musik yang selalu berhasil untuk memantik nostalgia melalui bagaimana instrumennya terdengar. Nostalgia ketika bagaimana kita dulu meluapkan emosi ketika gagal mendapatkan jamur ajaib di game Mario Bros., atau pesawat kita meledak karena tertembak alien di game Galaga. Nintendocore merupakan soundtrack tepat untuk momen-momen tersebut.

Nintendocore merupakan perpaduan antara sound tinut-tinut ala Chiptune yang digabungkan dengan berbagai musik keras, seperti Metal, Hardcore, Grindcore, dan lainnya. Hal tersebut membuat output yang dihasilkan terdengar lebih angsty meskipun dipenuhi oleh bebunyian imut yang mengiringi.

 

Aliencore

Notable Acts: Rings of Saturn, Analepsy, Aversions Crown

Jika dijelaskan secara sederhana, singkatnya Aliencore merupakan musik Deathcore dengan kearifan E.T. (Extra-Terrestrial). Karena pada lagu-lagunya selain tetap memegang teguh pada prinsip musik Deathcore yang memiliki nuansa mencekam dengan narasi yang dibawakan berkutat di seputaran kosmos, makhluk di luar bumi, hingga hal-hal berbau supranatural.

Secara visual pun band-band pengusung Aliencore ini memiliki pembeda yang cukup jelas, karena biasanya artwork yang digunakan bernuansa apokaliptik dan distopis dengan penggunaan warna yang cukup vibrant.

 

Horrorcore

Notable Acts: Esham, Brotha Lynch Hung, Gravediggaz

Jika harus mendeskripsikan horrorcore secara sederhana, maka bayangkan bagaimana jika sebuah cerita horror dikemas melalui sajian musik hip hop. Oleh karena itu, narasi mengenai pembunuhan, kematian, penyiksaan, bahkan terkadang satanisme merupakan sesuatu yang umum disuguhkan. Sebuah suguhan yang tentunya eksplisit dan sangat tidak radio friendly.

Bagi kamu yang menyukai musik hip hop dengan pendekatan yang lebih gelap, maka horrorcore adalah suguhan yang tepat untuk dinikmati.

 

Kittencore

Notable Acts: Love Lost But Not Forgotten, Flowers Taped to Pens, …of death

Istilah lain yang cukup sulit untuk diterima secara serius kalau kita nggak menguliknya lebih jauh. Pada dasarnya musik kittencore adalah musik screamo. Titik. Nggak ada perbedaan signifikan secara musik di antara keduanya. Frasa “kitten” muncul untuk mendeskripsikan bagaimana suara sang vokalis terdengar ketika berteriak. Ya, seperti suara anak kucing yang sedang mengeong.

Hal tersebut terjadi karena kebanyakan band yang mendapatkan label ini merupakan band-band dengan personil berusia belasan di mana suara mereka belum ter-develop secara utuh karena masih memasuki masa pubertas. Sehingga suara yang keluar cenderung terdengar cempreng dan merengek.

 

Speedcore

Notable Acts: Disciples Of Annihilation

Merupakan sub-genre dari musik elektronik yang memiliki ketukan lebih ngebut, yaitu ≥ 300 BPM. Jika dibandingkan dengan musik elektronik pada umumnya yang kebanyakan ada di kisaran 120-180an BPM saja. Era internet juga menjadi salah satu faktor pendorong terbesar dibalik berkembangnya Speedcore secara masif, terlebih dengan kehadiran netlabel dan juga platform YouTube.

Kalau kamu mengira 300 BPM itu udah cukup ngebut, pastikan untuk mengecek juga turunan dari speedcore, yaitu splittercore, terrorcore, dan fashcore. Niscaya kamu bakalan otomatis pengin kebut-kebutan di jalan layang Pasupati.

 

Glitchcore

Notable Acts: CMTEN, Yungster Jack, David Shawty

Glitchy, distort, dan eksperimental merupakan kata yang bisa digunakan untuk mendeskripsikan glitchcore yang merupakan saudara kandung dari musik hyperpop. Keduanya merupakan musik yang berhasil lahir dan tersebar melalu kultur meme di internet dan juga platform TikTok.

Secara musik, Glitchcore nggak terlalu jauh berbeda dibanding saudaranya, tapi dengan tambahan efek glitchy di berbagai bagian yang membuat lagunya terdengar “berantakan” dan random.

 

Crunkcore

Notable Acts: Brokencyde, Millionaires, Dot Dot Curve

Crunkcore merupakan sebuah sub-genre musik hasil penggabungan antara musik crunk, post-hardcore, dan elektronik yang muncul pada pertengahan tahun 2000an. Selain itu, crunkcore juga memiliki kaitan erat dengan subkultur scene yang muncul pada era tersebut. Nggak heran kalau pakaian berwarna-warni, pakaian ketat, dan rambut polem (poni lempar-Red) jadi ciri khas para penggiatnya.

Suara vokal dengan auto-tune tebal dan melengking, teriakan tak terarah, yang diiringi oleh beat elektronik bernuansa ceria jadi ciri khas musik yang cukup jadi perbincangan ini.

 

Sadcore/Slowcore

Noteble Acts: Carrisa’s Wierd, Red House Painters, Pedro the Lion

Secara sepintas sebenarnya istilah dari jenis musik ini sudah cukup self-explainatory, di mana sadcore/slowcore digunakan untuk mendeksripsikan musik alternative/indie-rock bertempo pelan dengan lirik bernuansa depresif, seperti kehilangan, patah hati dan kepedihan yang dirasakan.

Nuansa musik yang sendu, mendayu, dan gelap membuat sadcore/slowcore sangat cocok untuk kamu nikmati ketika sedang overthinking di tengah malam sambil menunggu pagi.


Oleh Sendhi Anshari

Tagged

#hardcore #crunkcore #music #list #construction

Leave a Reply