X

6 Band Lokal Masa Kini yang Musiknya Bernuansa Musik ‘Scene’ 2000-an

by Sendhi Anshari Rasyid / 1 year ago / 941 Views / 0 Comments /

Jajaran band lokal masa kini yang punya cita rasa ala band ‘skena’ 2000-an. Sebuah siklus yang unik.


Sebagaimana orang tua kita yang selalu mengenang dan mengelu-elukan era ’70 atau ’80-an, bagi kamu yang lahir pada tahun paruh akhir ’80 dan ’90an, saya rasa kamu akan punya tempat spesial untuk berbagai hal dari era 2000-an. Sebuah era di mana berbagai perubahan terjadi dan pada akhirnya sedikit banyak membentuk seleramu saat ini. Mulai dari musik, fashion, dan lainnya. Jika kamu aktif di sosial media pada beberapa waktu terakhir, pastinya kamu sadari bahwa tren pada era tersebut kini kembali populer. Termasuk dalam konteks musik.

Di Indonesia sendiri, setelah melewati tren musik alternatif 90-an yang populer beberapa tahun terakhir, kini tren mulai bergeser untuk kembali mengingat kejayaan era 2000-an. Berbagai band berlomba-lomba untuk membawa identitas pada era tersebut melalui musik yang mereka bawakan. Tak terkecuali di Indonesia. Selain sebagai homage, mungkin ada upaya lain untuk memperkenalkan atau bahkan mempopulerkan kembali musik pada era tersebut. Namun menariknya, band-band yang belakangan bermunculan tidak serta-merta melakukan rip-off terhadap para idolanya, melainkan memberikan twist menarik agar karyanya tetap terasa relevan untuk didengarkan saat ini.

Berikut adalah beberapa band lokal baru yang akan membawamu kembali bernostalgia ke era 2000-an!


Hallam Foe

FFO: Duck Duck Goose, Norma Jean

Pada awal kemunculannya, sebenarnya Hallam Foe memainkan musik screamo era 90-an alias skramz. Tapi, pada beberapa rilisan terakhirnya mereka berubah haluan dengan membawakan musik metalcore/screamo era 2000-an. Sebuah perubahan yang cukup drastis. Bukan cuma mengimplementasikannya dari segi musik dengan vokal yang terdengar lebih sassy dan penuh permainan gitar disonan, melainkan dari estetika visual dan beragam gimmick lainnya pun mereka lakukan. Hal yang paling ngehe-nya adalah salah satu single dari EP terbarunya dirilis lewat reverbnation.com. Totalitas! Kalau boleh jujur sih, saya lebih menyukai arahan Hallam Foe saat ini dibandingkan sebelumnya. Semoga identitas ini akan jadi sesuatu yang mereka pertahankan ke depannya.

Neurova

FFO: Deftones, Quicksand

Neurova adalah angin segar di tengah menjamurnya band-band yang terdengar serupa di ranah lokal. Mereka hadir secara tiba-tiba dengan memainkan musik alternative-metal/nu-metal ala Deftones yang terbilang sangat jarang -atau bahkan tidak ada (?)- dibawakan di Indonesia. Nuansa muram dan sesak yang dilengkapi oleh vokal mendayu di atasnya akan kamu rasakan ketika mendengar karya-karya mereka. Hingga saat ini, kuartet asal Majalengka tersebut baru mengeluarkan sebuah EP berisikan 4 trek yang mencerminkan sekelompok orang yang terkurung di kota terpencil. Jika suatu saat ada promotor yang akan mengundang Deftones untuk tur ke Indonesia, saya rasa mereka sudah tidak perlu bingung lagi mencari band pembukanya.

.numbers

FFO: Poison The Well, Misery Signals

Saya yakin, musik metalcore era 2000-an memiliki tempat istimewa di hati para penggemarnya. Pada era tersebut ada banyak rilisan esensial yang pada akhirnya menjadi fondasi terhadap bagaimana sound metalcore terdengar saat ini. Ramai diperbincangkan pada beberapa tahun terakhir, ternyata gelombang 00’s metalcore/screamo revival pun telah sampai di Indonesia dengan .numbers sebagai salah satu penggiatnya. Trio asal Bandung ini akan membawamu kembali mengingat keperkasaan Poison The Well dan Misery Signals pada masa jayanya. Lengkingan clean vokal yang bergantian dengan scream, nuansa musik yang terdengar heavy namun tetap melodius, membuat materinya terdengar sangat dinamis.

Crushing Grief

FFO: Four Year Strong, New Found Glory

Tak ada kesan lain yang saya dapatkan ketika mendengarkan karya dari Crushing Grief selain berhasil memantik nuansa nostalgia bagi saya. Karena mereka memainkan musik easycore yang sempat populer di penghujung tahun 2000an sampai dengan awal 2010an. Khususnya ketika mendengarkan materi yang mereka rilis pada tahun 2020 silam. Musik yang upbeat dan uplifting? Cek. Permainan gitar yang mengiringi breakdown drum? Ada. Bebunyian tunit-tunit? Jelas terdengar. Lengkap semuanya! Walaupun pada beberapa materi yang dirilis setelahnya, elemen-elemen tersebut terasa berkurang. Padahal kalau diulik lebih jauh lagi, bisa saja mereka mengawali gerakan easycore-revival di ranah lokal. Mungkin banget, kan?

cubfires

FFO: The Get Up Kids, Algernon Cadwallader

Kamu merasa bosan dengan banyaknya band so-called midwest-emo yang belakangan bermunculan dan semua terdengar sama? Maka cubfires adalah pilihan tepat untuk kamu dengarkan. Meskipun sebenarnya merupakan band pop-punk, tapi mereka juga menginjeksi kadar emo yang sangat kentara. Sehingga kamu akan merasakan perpaduan yang padu di antara keduanya pada karya-karya mereka. Sehingga terdengar cukup berbeda dibandingkan para koleganya yang bermain di ranah serupa. Sangat cocok untuk kalian para pemuja permainan gitar yang twinkly dan juga penggemar musik yang easy listening.

SHVRON

FFO: Paramore, Saosin

SHVRON merupakan paket lengkap untuk merepresentasikan era 2000-an. Melalui dandanan ala gothic yang dilengkapi oleh berbagai aksesoris dan rambut berwarna, seketika mengingatkan saya pada tren suicide girl pada era tersebut. Belum lagi ketika mendengarkan musik yang dibawakannya; terdengar heavy dan angsty secara bersamaan. Sedikit banyak mengingatkan saya terhadap Paramore dengan Hayley Williams-nya, tapi membawakan lagu-lagu Saosin. Kalau kamu agak sulit membayangkannya, coba saja langsung dengarkan EP SHVRON yang dirilis pada tahun 2021 lalu.

Tagged

#2000-an #band lokal #listicle

Leave a Reply