X

6 Band Asal Manado yang (Mungkin) Luput dari Pantauanmu

by Sendhi Anshari Rasyid / 1 year ago / 1031 Views / 1 Comments /

Kami mencoba untuk menelusuri band-band  potensial dan mungkin terkategori sebagai “hidden gems” yang berasal dari daerah Manado.”

Selalu menyenangkan ketika saya diberi mandat membuat tulisan untuk menelusuri band/musisi baru yang berasal di luar kota-kota besar. Karena mengharuskan saya untuk melakukan eksplorasi dan pada akhirnya menemukan beberapa hidden gem. Ka mana atuh ‘hidden gem’~ Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk menelusuri band-band yang berasal dari daerah Manado.

Berbicara mengenai Manado, saya cukup buta jika ditanya mengenai musisi/band apa yang berasal dari daerah tersebut. Nama yang terlintas di pikiran saya hanyalah Crushing Grief. Sedikit disclaimer, pada tulisan kali lini saya nggak saklek mencantumkan band-band yang berasal dari daerah Manado, tapi dari beberapa daerah sekitarnya juga. Maafin yaa~

Anyway, berikut 6 band asal Manado yang (mungkin) luput dari pantauanmu.


Crushing Grief

Crushing Grief merupakan band yang berhasil memberikan nuansa nostalgia bagi saya ketika mendengarkan karya-karyanya. Karena berhasil membuat saya flashback ke era tahun 2010an di mana musik easycore sedang berjaya. Formula campuran antara riff-riff heavy dan melodius yang silih berganti terdengar, gang vocals, serta breakdown akan kamu temukan pada mayoritas diskografi unit pop-punk/easycore ini.

Walaupun harus saya akui apa yang mereka lakukan masih terdengar generik dan belum terlalu menarik untuk saya pribadi. Tapi setidaknya Crushing Grief bisa menjadi obat rindu bagi kamu yang merindukan band-band easycore di ranah lokal. Karena sepengetahuan saya, cukup jarang band-band baru yang bermunculan belakangan memilih untuk membawakan musik ini.

 

Huminoid

Awalnya, saya agak kesulitan untuk menemukan profil dari Huminoid, karena sering kali tertukar dengan band lainnya yang memiliki nama yang mirip. Namun, setelah menelusuri lebih jauh, ternyata sekstet ini merupakan salah satu kolaborator dari kompilasi ‘Wrapped in Violence’ yang diinisiasi oleh Samstrong Records. Sebuah album kompilasi yang diisi oleh berbagai band hardcore punk, metalcore, ataupun turunannya.

Bagi kamu yang menyukai band-band seperti Code Orange, Vein.fm, ataupun Jesus Piece, maka saya rasa akan dengan mudah menyukai suguhan dari Huminoid.

 

The Bothlers

Seketika setelah melihat judul dari single terakhir yang dirilis oleh The Bothlers ini saya mengira bahwa mereka merupakan band yang berada di lingkup emotive ataupun turunannya. Karena style penamaan judul lagu mereka serupa dengan apa yang biasa dilakukan oleh band-band tersebut; berbentuk kalimat dan sedikit guyon.

Tapi, prediksi saya ternyata salah. The Bothlers memainkan musik pop ringan yang siap membawamu kembali ke era 80an. Nuansa sore menuju temaram sambil ngeteh di teras rumah sambil ditemani kerabat terdekat rasanya jadi momen yang tepat untuk mendengarkan musik mereka.

 

Post Humous

Tak bisa dipungkiri eksperimen sound yang dilakukan oleh Bring Me The Horizon pada album ‘Post Human: Survival Horror’ pada akhirnya menjadi semacam standar baru bagi musik metalcore modern. Apa yang disuguhkan oleh Post Humous kurang lebih mengambil benang merah tersebut. Dengan menggabungkan musik metalcore dengan elemen elektronik yang sangat kental.

Namun uniknya, Post Humous mencitrakan diri sebagai band virtual di mana mereka memperkenalkan sebuah karakter 3D bernama White Holy. Walaupun pada penampilan live-nya para personilnya tetap menampakkan dirinya masing-masing. Jadi, bukan virtual idol hologram kayak Hatsune Miku. Eh, tapi kalau konsepnya hologram gitu kayaknya bakalan keren juga sih.

 

Los Pharos

Los Pharos membawakan musik garage-rock dengan sedikit sentuhan psychedelic. Setidaknya itu kesan yang pertama kali saya dapatkan ketika mendengarkan satu-satunya karya mereka sejauh ini. Kalau boleh name dropping di ranah lokal, formula musik yang mereka bawakan sedikit banyak mengingatkan saya kepada beberapa lagu The Cat Police dan juga The Panturas.

Jujur, jenis musik ini bukan merupakan sesuatu yang saya nikmati secara rutin. Tapi, saya cukup penasaran terhadap suguhan seperti apa lagi yang akan mereka berikan pada rilisan terbarunya nanti. Mari kita tunggu bersama~

 

Dextroyer

Beberapa waktu terakhir di ranah lokal terjadi sebuah gelombang yang kemudian disebut sebagai 90’s revival. Melalui kemunculan band-band seperti Barefood, Skandal, Sunbath, hingga Turnpike. Dextroyer merupakan perwakilan dari Manado untuk gelombang tersebut.

Mengambil referensi dari band-band alternatif era 90an seperti The Smashing Pumpkins, Sonic Youth, Silverchair, hingga Weezer, saya rasa Dextroyer masih punya banyak PR yang harus diselesaikan. Terutama dari segi materinya yangt masih belum terasa matang. Sebuah hal yang wajar terjadi, mengingat mereka baru terbentuk pada tahun 2021 dan baru mengeluarkan sebuah single saja.

Tapi, kalau mereka konsisten berkarya, rasanya akan menjadi katalis baru bagi band yang membawakan sound serupa untuk bermunculan di Manado. Semoga.

Tagged

#feature #music #listicle #manado

Leave a Reply

  • deo December 28, 2022 at 6:50 pm

    yashhh… thnkyou so much for thiss, God bless you all