TRACK TALK: VT-00 – Kontra (Strange Weather, 2025)

VT-00 lewat “Kontra” menegaskan musik elektronik adalah lambang protes, dan tiga trek di dalamnya ibarat perlawanan yang berdansa di bawah strobo.
Setelah “Infra” yang membawa napas industrial dan EBM ke tengah kancah elektronik Asia, VT-00 kembali dengan EP terbaru berjudul “Kontra”, sebuah rilisan berisi tiga trek yang sama sekali tidak memberi ruang untuk pendengarnya bernafas. Dari awal hingga akhir, Kontra berlari kencang dalam energi mentah serta membangun tensi yang seakan tak ada niat untuk mereda.
Track pembuka, “Demo(n)”, menjadi highlight sekaligus manifestasi paling kuat dari karakter VT-00. Menggandeng Abim dan Ziyan Agrily, lagu ini seolah menjadi ledakan pertama dari mesin yang baru dinyalakan. Kehadiran Abim yang belakangan ini dikenal dengan sebutan “Dewa Jaksel” dan karya-karyanya bersama Onar dan hiphop Jakselnya membawa warna baru untuk rilisan VT-00 sendiri. Gaya bertuturnya yang tajam, padat punch line, dan kemampuannya memadatkan makna dalam durasi singkat terasa sangat serasi dengan produksi kasar VT-00. Sementara Ziyan Agrily melapisi atmosfernya dengan tone yang lebih dingin dan futuristik, membuat “Demo(n)” terdengar seperti manifesto dari bawah tanah: keras, politis, dan berisik dengan arah yang jelas.

Nomor kedua, “Motif”, menghadirkan sentuhan lain lewat kolaborasi dengan Geovanni Bregas dari grup hiphop Envy* yang duduk di kursi co-producer. Dengan campur tangannya Bregas, “Motif” terdengar lebih terstruktur tanpa kehilangan energi agresif khas VT-00. Ada groove yang lebih tajam dan pacing yang lebih rapat, menjadikannya jembatan yang baik antara dunia hiphop eksperimental dan techno industrial.
Berlalu ke trek terakhir penutup EP dengan nada yang tetap intens meski bukan untuk relaksasi, tapi untuk refleksi. Seperti judulnya, Kontra memang terasa sebagai perlawanan terhadap diam dan stagnasi.
Secara tematik, EP ini membawa pesan yang jelas: kritik terhadap pemerintah dan sistem sosial yang membusuk. Walaupun isu yang disentuh masih terasa di permukaan, keberanian VT-00 untuk menyuarakannya di ranah musik elektronik patut diapresiasi. Ia membuka ruang agar suara-suara protes tidak hanya hadir di lirik rap atau punk, tapi juga di lantai dansa melewati denyut 130 BPM dan distorsi yang menyayat. Mungkin “Kontra” belum menjawab semua, tapi ia bisa jadi pemantik bagi musisi lain untuk lebih berani bicara.
Menariknya, Kontra juga lahir di saat skena rave underground di Bandung dan Jakarta sedang menggeliat kembali. Banyak kolektif menghidupkan ruang dansa alternatif, tapi hanya sedikit yang merilis karya dalam bentuk EP atau album. Dalam konteks ini, VT-00 menunjukkan bahwa musik elektronik lokal bisa punya arah artistik yang serius, bukan sekadar hiburan malam.
Jika Infra terdengar seperti VT-00 yang menegaskan identitas, maka “Kontra” adalah langkah lanjutannya. Lebih lantang, lebih kolaboratif, dan lebih yakin pada misi sosialnya. Tiga trek ini mungkin singkat, tapi cukup untuk membuktikan bahwa amarah pun bisa terdengar ritmis, dan perlawanan bisa menari di bawah strobo.
Teks; Freykarensa