X

TRACK TALK: Honey – Steppin Rollin’ (Greedy Dust Records, 2024)

by Ilham Fadhilah / 4 months ago / 322 Views / 0 Comments /

Steppin’ Rollin’ setidaknya membuat Honey jadi tidak terlalu berlebihan jika memang mereka kini sedang di atas angin.

Honey mungkin bisa dibilang sebagai unit hardcore baru yang mujur. Dalam kurun waktu singkat, seketika mereka dapat menempuh titik popularitas yang lumayan mantap. Dorongannya pun hanya seutas single bertajuk “4” yang bait pertamanya kerap seliweran di lini masa sosial media – tak jarang juga diikuti dengan cuplikan warganet sedang two step atau violent dance. Tak hanya hardcore kids yang unjuk kebolehannya di area moshpit, ada juga ustadz hingga security yang unjuk gigi depan kamera. Ya, memang tren hardcore tiktok ini bisa dibilang sudah merakyat. 

Dalam single “4” di mana satu bait pertama tempat mereka menyelipkan spoken words seolah mereka berasal dari suburban Amerika diikuti beat yang groovy sukses memikat berbagai konten kreator berbau hardcore untuk menggunakan lagunya dan kemudian dikonsumsi massal oleh audiens. Mereka harus berterima kasih pada TikTok, rasanya hal itu tak lepas membuat Honey – yang beberapa waktu lalu – masih bermodalkan single bisa menjajal tur, berbagai show dengan massa yang bukan main kuantitasnya, hingga namanya yang hangat jadi bahan obrolan di berbagai kalangan.

Namun layaknya koin, popularitas selalu membawa dua sisi untuk dilihat. Ini membuat nama Honey jadi sesuatu yang overrated.  Mungkin akan masuk akal jika formula mereka di single “4” terbilang mutakhir secara musikal, lirikal atau apapun aspek penting buat sebuah tembang hardcore.

Namun menurut saya kenyataannya tidak demikian. “4” ibarat tunas yang bahkan belum matang buat rilis. Namun kita tak bisa mengenyampingkan kalau kini lagu tersebut sudah di-stream sebanyak 100 ribu kali di platform Spotify. Belum lagi massa yang menghabiskan hampir setengah panggung setiap tembang tersebut dibawakan di atas stage. Untuk hal ini, mereka menang telak.

Greedy Dust pun tak luput membidik kesempatan ini untuk menarik mereka sebagai roster teranyarnya. Akhirnya, setelah sekian lama hanya berkutat dengan seutas single, mereka pun menelurkan karya terbarunya. Sebuah paketan EP berisi empat nomor bertajuk Steppin’ Rollin’  lahir pada 16 Februari lalu. Delpi, selaku otak di balik Greedy Dust membenahi dan mengarahkan tatanan visual dari rilisan ini yang setidaknya jadi menarik dilihat ketimbang sebelumnya. Cover jadi satu elemen penting sebelum pendengar tertarik untuk mengoyak isinya. 

Steppin’ Rollin’ (Greedy Dust, 2024)

Oke, kini mari kita telisik isinya. Empat nomor di dalamnya memuat komponen berupa intro smooth bertajuk “World”, serta tiga selanjutnya adalah total nomor beatdown hardcore, “Tha T”, “Nothin’ But”, dan “Droppin’ Truth” yang (sepertinya pada umumnya) padat akan breakdown serta agresi pemancing pukul-pukulan dengan lirik yang tak kalah angkuhnya.  

Sebagai unit baru yang juga dihuni oleh personel berusia relatif muda, membuat energi yang mereka muntahkan di sini terlampau mentah juga terkesan naif. Steppin’ Rollin’  konon adalah kemuakan mereka, namun siaran persnya yang kurang lengkap membuat konteksnya bias. Membaca keseluruhan liriknya pun tak membuat saya menemukan konteks lebih. Sepenangkapan saya, mungkin ini bicara soal scene tempat mereka berkecimpung di mana mental senioritas, orang yang melanggengkan fasis, hingga gatekeeper masih bersarang di dalamnya. Dari sana, kamu sendiri bisa menilai kalau penulisan lirik dalam EP ini belum bisa diharapkan. Hal yang saya rasa patut disayangkan, meskipun tak bisa juga dipaksakan. 

Namun jika kita memisahkannya dengan elemen musikal, di EP ini Honey menampilkan kualitas suara yang jauh lebih baik, dengan catatan materi tak termasuk di dalamnya. Mungkin materinya menawarkan sesuatu yang baru, namun tak bisa juga dibilang menyegarkan. Steppin’ Rollin’ tak lebih hanya sekedar tindak lanjut dari apa yang mereka lakukan sebelumnya. Namun setidaknya mendengarkan satu paket EP ini tak membuat saya geli seperti ketika mendengarkan “4” pertama kali, terutama saat menemukan part spoken words bait pertama yang jadi spotlight (dan dieksploitasi habis-habisan) dari lagu tersebut. Seluruhnya terdengar lumrah sebagai rilisan hardcore dengan injeksi beatdown sebagai dosisnya.  EP ini berpotensi untuk mudah nyangkut sekaligus monoton mungkin dalam kurun waktu yang cepat.

Yah kembali lagi, mereka masih unit baru, itu berarti perjalanannya pun masih panjang. Entah mereka menargetkan menjadi unit yang stand out dengan karya yang revolusioner atau sekedar jadi band beatdown hardcore medioker yang lagunya ramai di FYP TikTok atau jadi backsound ajang pukul-pukulan secara rimba di moshpit, keduanya pun tak jadi masalah. Jika poin kedua yang jadi tujuannya, maka rilisan ini sudah lebih dari cukup. Tapi jika poin pertama yang jadi tujuan, masih banyak PR yang mesti mereka benahi. Namun bisa saya yakinkan untukmu yang membaca ulasan ini bahwa Honey di rilisan ini sudah cukup berbenah. Setidaknya mereka tak lagi menonjolkan part rap-tapi-nggak-ngerap di rilisan ini sebagai ‘senjata utama’-nya.

Bagi kamu yang memang menggilai beatdown hardcore serta segala ciri khasnya, rilisan ini bisa dibilang layak jajal.


Dengarkan Steppin’ Rollin’ di sini!

Tagged

#bandung #review #hardcore #honey #track talk