X

TRACK TALK: Unknown Ceremony (Various Artists, 2022)

by Sendhi Anshari Rasyid / 1 year ago / 363 Views / 0 Comments /

Unknown Ceremony - Mad Merchandise, 2022
Sebuah kompilasi (atau mungkin yang lebih tepatnya sebuah 4-way split) yang berisi 4 band baru dari Bandung.

Dari beragam tipe rilisan yang ada, mulai dari single, EP, album, dan lainnya, saya paling suka dengan rilisan bertipe kompilasi. Karena melalui rilisan tersebut dapat meminimalisir effort saya dalam menemukan atau bahkan menyukai band-band yang baru saya temukan. Sehingga, cukup dengan memutarkan sebuah rilisan yang dirangkum berdasarkan tema tertentu saya sudah bisa mendengarkan karya dari beberapa band sekaligus. Baik persamaan tema tersebut dari segi musik, estetika, pergerakan, atau apapun itu.

Kali ini, tim redaksi Consumed Magazine mendapatkan kiriman sebuah album kompilasi berjudul ‘Unknown Ceremony‘ yang dirilis oleh Mad Merchandise. Iya, Mad Merchandise yang itu. Brand yang sering berkolaborasi dengan band kesukaanmu buat bikin merchandise kolaborasi yang ciamik. Kali ini, mereka merilis sebuah album kompilasi yang juga nggak kalah ciamik.

Meskipun saya cukup kecewa ketika mengetahui kalau album kompilasi ini hanya diisi oleh 4 band saja. Hal tersebut membuat saya merasa ini lebih cocok disebut sebagai sebuah 4-way split, dibandingkan sebuah album kompilasi. Masalah teknis penyebutan doang, sih, itu mah. Bukan sebuah dealbreaker atau gimana. Keempat band yang pengisi album ‘Unknown Ceremony’ ini adalah CAL, Turnpike, Saturnumb, dan Honeyswindle.

Berdasarkan nama-nama tersebut, bisa disimpulkan bahwa album ‘Unknown Ceremony’ memiliki benang merah pada musik alternative-rock. Tapi, keempat nama tersebut membawakannya dengan gayanya masing-masing, mulai dari shoegaze, indie-rock, hingga power pop. Secara personal, saya sangat menyukai suguhan dari Honeyswindle yang materinya terasa menyegarkan di telinga saya. Mungkin, karena mereka memiliki perbedaan karakter sound yang mencolok dibanding pengisi lainnya sehingga berhasil membuat saya menyukainya dalam sekali dengar.

Selain itu, saya juga harus memberikan apresiasi terhadap visualnya yang digarap secara niat dan matang. Rasanya pada beberapa kompilasi yang dirilis di ranah lokal beberapa tahun terakhir, cukup jarang (atau bahkan nggak ada) yang membuat sebuah sesi foto khusus bagi para band pengisinya. ‘Unknown Pleasure’ melakukan hal tersebut, dibantu oleh fotografer kenamaan Bandung, Lucas Benedict.

Kalau ada hal yang perlu saya kritisi adalah proses promosi dari album kompilasi ini. Pasca dirilis resmi pada Desember 2022 lalu, tidak ada sebuah “gong” baik dalam bentuk aktivasi atau apapun itu yang cukup berarti dalam menyebarkan awareness-nya.

Pengumuman perilisannya di Instagram pun hanya terlihat sebagai postingan biasa aja. Sehingga nggak banyak orang yang menyadari eksistensi rilisan ini, apalagi tertarik untuk mengoleksinya. Pada akhirnya album ini berhasil merealisasikan judulnya sendiri, ‘Unknown Ceremony’. Sebuah seremoni pengarsipan band-band potensial yang tidak diketahui banyak orang. Sayang banget. Padahal jika dipromosikan secara proper, bisa jadi sajian pembuka awal tahun yang menarik. Terlebih bagi para penikmat musik alternative-rock dan turunannya.

Buat kamu yang ingin mendengarkan album ‘Unknown Ceremony’ ini silakan langsung menghubungi Mad Merchandise untuk membeli rilisan fisiknya. Karena, sayangnya sampai saat ini hanya tersedia dalam format kaset pita dan belum bisa dinikmati melalui DSP.

Tagged

#track talk #mad merchandise #review #alternative rock #bandung

Leave a Reply