X

TRACK TALK: Suddendance – Kota Urban (single, 2023)

by Prabu Pramayougha / 1 year ago / 479 Views / 0 Comments /

Single perdana dari unit garage rock asal Jakarta, Suddendance bercerita tentang hiruk pikuk dan semrawutnya kota urban.

Sempat terlintas sebuah opini di kepala saya tentang sampai kapan relevansi musik punk rock akan terus hidup – karena kalau ditilik dari segi musikalitas, sepertinya tren musik sudah semakin dinamis dan beragam pilihannya. Tapi setidaknya bagi saya sendiri, rasanya punk rock akan terus relevan (atau minimal eksis) sampai kapan pun. Selama manusia masih punya kekesalan akan sesuatu. Yaaa, mau bagaimana lagi. Fondasi awal semua musik dan pergerakannya pun toh memang dilandasi oleh rasa kesal haha!

Bukan tanpa alasan kenapa opini di atas tiba-tiba muncul lagi di kepala saya. Hal itu dipacu oleh masuknya sebuah siaran pers akan karya perdana dari band yang bernama Suddendance ke email kantor saya beberapa waktu lalu. Melansir dari siaran persnya, Suddendance baru terbentuk pada tanggal 3 Maret 2023 dan langsung menetaskan single perdana mereka yang berjudul “Kota Urban”.

Yang menarik bagi saya tentang Suddendance adalah hadirnya sosok Fajar sebagai bassist di dalamnya. Saya mengenal Fajar hampir 15 tahun lalu ketika dia masih bermain di band punk rock ibukota bernama Cut Your Dick dan The Spikeweed. Semenjak dia hengkang dari ke dua band itu, saya pun sempat lost contact dengannya cukup lama. Jadi ketika mengetahui dia kini bermain musik lagi bersama Suddendance, it’s good to know he still has the will to kick it out there.

Dari segi musik, Suddendance memainkan musik garage rock yang formula akor dan permainannya sudah paten sejak beberapa dekade lalu: minim kunci, vokal belawuran, energi maksimal. Di ranah musik lokal pun sebetulnya hanya terhitung tangan band-band di sini yang memainkan musik serupa – macam Lips!!, Kurss, Muchos Libre, Sundancer dan The Battlebeats. Jadi bagi saya, lumayan seru akhirnya ceruk garage lokal punya satu band baru lagi yang siap meramaikan kancahnya.

Seperti yang selalu saya utarakan di beberapa ulasan musik sebelumnya, saya tak pernah malu untuk mengapresiasi band yang memang memainkan musik berformat klasik macam punk rock atau apa pun itu – meski pada kenyataannya tak ada pembaharuan dari segi nuansa musik, aspek eksplorasi atau pun narasi lirik yang menguak tema khasanah baru di dalamnya. Dan saya rasa, Suddendance masuk ke kategori itu.

Meski sebetulnya saya kadang berharap (yang tentu bukan diproyeksikan sebagai ‘dogma’) untuk band-band sejenis bisa membuka jalur eksplorasi yang lebih lentur untuk urusan lirik. Maksud saya, minimal dengan musik yang formulanya sudah terlalu paten, aspek lirik bisa dibuat seunik dan semenarik mungkin. Lagu “Kota Urban” seakan menjadi luapan ekspresi para personilnya akan kehidupan urban yang hiruk pikuk dan sesak tak beraturan – tentu itu pun masuk akal mengingat ini adalah ekspresi personal dan karya lagu biasanya selalu bersifat seperti itu.

Tapi ranah lirik menjadi ceruk yang kadang kala menjadi overlooked untuk band-band serupa – entah karena memang ingin mengemban kaidah musiknya secara lebih mumpuni dengan tema lirik macam itu atau inspirasi penggubahan liriknya hanya berhenti di satu stereotip saja. Apalagi lirik lagu yang diemban Suddendance adalah bahasa Indonesia. Seharusnya permainan diksi dan narasi bisa lebih lentur mengingat ini adalah band rock asal Indonesia. Tapi siapalah saya ini yang mengkomentari hal itu karena kebanyakan lagu-lagu band saya pun berbahasa Inggris haha. But that’s what I felt as a listener and at this kind of age.

Secara keseluruhan, lagu perdana dari Suddendance ini sangat menarik untuk disimak – juga tentunya mari kita antisipasi kiprah mereka selanjutnya.

Dengarkan “Kota Urban” di sini:

Tagged

#indonesia #jakarta #garage rock #track talk #suddendance

Leave a Reply